tataweb

Rocket-Nginx + WP-Rocket: Apa Benefitnya?

rocket nginx

Wajib Baca:

Ferdian Alfianto

Ferdian Alfianto

Ferdian Alfianto adalah seorang penggila dunia Internet, Mac Lover; suka menggunakan Wordpress, bereksperimen dengan Linux (terutama Debian dan Ubuntu), mengutak-atik pfSense router, senang bereksperimen dengan LEMP (Linux, Nginx, MariaDB, PHP) dan Redis. Anda bisa kontak saya disini.

Apa itu Rocket-Nginx? Rocket-Nginx adalah tambahan konfigurasi pada Nginx untuk plugin cache WordPress, WP-Rocket.

Developer mengklaim bahwa dengan menginjeksi konfigurasi Rocket-Nginx, maka page cache yang telah dibuat oleh WP-Rocket akan dikirimkan langsung ke pengunjung tanpa harus memanggil WordPress atau PHP. Jika memang demikian, maka bisa dipastikan jika hanya Nginx yang bekerja, akan meringankan kinerja server dan bisa meningkatkan stabilitas server.

Namun, benarkah klaim developer tersebut? Untuk itulah saya melakukan tes dengan kondisi sebelum dan setelah menggunakan Rocket-Nginx.

Sebelum Menggunakan Rocket-Nginx

Untuk tes ini saya membuat sebuah server di OVH; install Nginx, MySQL, PHP 7.4, WordPress, Zakra Theme + WP-Rocket.

Dan jika kita tes dengan Curl, hasil tanpa Rocket-Nginx akan seperti ini:

Tanpa Rocket-Nginx

Dan untuk tes, saya menggunakan layanan dari Loader.io, dengan jumlah klien cukup 250 saja. Dan hasil tes adalah sebagai berikut:

Hasil tes Loader.io tanpa Rocket-Nginx

Bisa kita lihat proses PHP cukup tinggi, walaupun webserver menggunakan Nginx. Untuk mengirimkan page cache ke pengunjung, tetap membutuhkan campur tangan PHP.

Sesudah Menggunakan Rocket-Nginx

Jika kita sudah melakukan injeksi konfigurasi Rocket-Nginx ke Nginx, maka hasil curl akan sebagai berikut:

Dengan Rocket-Nginx

Bisa dilihat akan muncul tambahan header berupa “X-Rocket-Nginx-Serving-Static: Yes”. Jika yang muncul adalah Yes, maka page cache berhasil langsung di handle oleh Nginx dan akan dikirim ke pengunjung tanpa proses PHP. Namun jika No, maka adalah sebaliknya, Nginx masih menggunakan campur tangan PHP. Tapi ini hanya berlaku untuk page cache saja, untuk file statis lainnya semisal css, js, gambar, dll; maka yang muncul dipastikan adalah No.

Sama dengan tes sebelumnya, saya menggunakan Loader.io dengan jumlah klien 250, dan hasilnya sebagai berikut:

Dengan Rocket-Nginx, hanya 2 proses PHP yang keluar dan itupun tidak bekerja, karena bisa dilihat jumlah resource CPU yang dipakai 0 persen. Nginx lah yang bekerja mengirimkan page cache ke pengunjung, sesuai dengan klaim yang disebutkan oleh developer.

Kesimpulan

Penggunaan Rocket-Nginx sangat dianjurkan jika anda menggunakan Nginx & WP-Rocket untuk situs WordPress anda. Penggunaan resource CPU jauh lebih sedikit, sehingga dipastikan server akan lebih stabil dan bisa menghandle lebih banyak pengunjung.

Jika tertarik untuk instal Rocket-Nginx, silahkan kunjungi halaman ini.

Bagikan di
Facebook
Bagikan di
Twitter
Bagikan di
WhatsApp
Bagikan di
Telegram
Bagikan di
Email

Artikel Terbaru:

Logo MongoDB
Linux

Mudah Instal MongoDB di Ubuntu 20.04

Tutorial ini menjelaskan cara menginstal dan mengkonfigurasi MongoDB Community Edition di Ubuntu 20.04. MongoDB adalah database dokumen open-source dan gratis. Milik keluarga database yang disebut

Artikel Terkait:

Logo MongoDB

Mudah Instal MongoDB di Ubuntu 20.04

Tutorial ini menjelaskan cara menginstal dan mengkonfigurasi MongoDB Community Edition di Ubuntu 20.04. MongoDB adalah database dokumen open-source dan gratis. Milik keluarga database yang disebut

domain

Berburu Domain Termurah Sedunia!

Domain termurah, siapa yang tidak suka mendapatkannya? Yes, bahkan penulis blog ini pun suka sekali berburu domain murah :). Sering sekali pertanyaan dilayangkan ke penulis,

Web Security

13 Tips Mudah Mengamankan Situs WordPress

Kepopuleran WordPress adalah sebuah kesuksesan, namun tentu disertai konsekuensi. Lebih dari 34% situs dibuat menggunakan platform WordPress, tentu saja ini berakibat situs WordPress rentan akan